Minggu, 08 Januari 2023

RESENSI NOVEL CINTA DI TAHUN 1995

· Judul Novel : Ancika Dia yang Bersamaku di Tahun 1995

· Penulis : Pidi Baiq

· Cetakan : 1

· Penerbit : Mizan – Pastel Books

· Kota Terbit : Kota Bandung

· Tebal Buku : 340 Halaman

· ISBN : 978-602-6716-89-7

        Pada tahun 1995 merupakan awal kisah cinta Ancika bertemu Dilan setelah kisah sebelumnya dengan Lia atau dikenal dengan Milea. Seperti cerita sebelumnya, Pidi Baiq mengkisahkan kisah asmara klasik dan masih disuguhkan gombalan, dan humor humor Dilan yang cukup membekas. Menceritakan beratkan kisah cinta remaja yang beranjak dewasa dan kenakalan remaja sosok Dilan..

        Kala itu Ancika berusia 17 tahun, masih seperti siswa SMA biasa yang belum pernah menjadi bagian dari pengurus OSIS. Sedangkan Dilan sudah kuliah di sebuah universitas di Bandung. Dilan dengan penampilan khasnya selalu memakai jaket jeans dengan bendera Amerika terbalik. Dia mungkin punya masa lalu, tetapi saya punya Dilan. Begitulah ujar Ancika di dalam ceritanya.

        Sudut pandang Ancika menjadi salah satu jalan cerita, seakan akan kita dibawa masuk ke dalam dunia Ancika. Dari perkenalan bertemu Dilan, hingga akhirnya dijodohkan. Jauh berbeda dengan awal mula pertemuan Milea, Ancika digambarkan sebagai wanita yang pemberani, dari segi penampilan cover sudah jelas bukan sosoknya yang seperti apa. Atau bahkan bisa dibilang tomboy, tapi Ancika tidak pernah memikirkan hal itu. Ia juga sosok yang cukup dewasa untuk wanita seusianya, dan tahu apa yang disukai dan tidak disukainya. Sedangkan Dilan, kita masih menemukan canda dan canda Dilan. Dia bisa lebih berkepala dingin karena tentu saja Dilan sudah beranjak dewasa. Bahkan dikisahkan Dilan lulus dari ITB dan mulai bekerja. Selain itu, Dilan masih gemar menulis puisi dan punya ribuan cara unik untuk menarik perhatian perempuan yang ia dambakan.

        Alur cerita dalam cerita novel Ancika ini adalah maju mundur. Dimulai dengan berakhirnya cinta Dilan dengan Milea lalu dilanjutkan oleh kisah cinta Ancika dengan dilan. Adapun tokoh tokoh pada cerita ini adalah Ancika sebagai wanita yang cukup pemberani, dari segi penampilan cover sudah jelas bukan sosoknya yang seperti apa. Atau bahkan bisa dibilang tomboy, ia juga sosok yang dewasa untuk wanita seusianya, dan berpendirian yang kokoh. Lalu yang tentunya adalah Dilan yang dimana dia adalah nyawa dari cerita ini dengan ciri khas ”Komandan Geng Motor” yang sangat di elu elu kan oleh wanita wanita pada zamannya. Sudut pandang dalam cerita ini adalah sudut pandang Ancika, kita seakan dibawa masuk ke dalam dunia Ancika. Mulai dari perkenalan, bertemu Dilan, hingga akhirnya dijodohkan dan menikah.

        Cerita Ancika ini terjadi pada tahun 1995 bandung, saat Dilan sedang kuliah di Institute Teknologi Bandung, sedangkan Ancika sendiri masih SMA. Hubungan antara Ancika dan Dilan tidak semata lancar melainkan naik turun dan berkesan saling melengkapi kekurangan satu sama lain.

        Kelebihan yang mebuat novel Ancika ini menarik adalah novel ini merupakan lanjutan dari 3 cerita sebelumnya yaitu Dilan 1990, Dilan 1991, dan Milea. Saling berkesinambungan dengan menghadirkan tiga sudut pandang yakni Dilan, Milea dan Ancika. Selain dari lanjutan dari Series-series sebelumnya yang membuat novel ini menarik adalah gaya bahasa dari Pidi Baiq serta cover novel yang menarik.

      Dalam setiap cerita tidak lepas dari kekurangan, dari segi cerita memang tidak sedramatis ketiga novel sebelumnya, sehingga terkesan agak monoton. Masih ada hal lain yang mungkin bisa dieksplorasi atau konflik dan peristiwa penting dalam hubungan mereka agar chemistry semakin terjalin dan suasana cerita yang seru bisa terbangun. Secara garis besar karena kisah Ancika ini berkesinambungan dengan cerita cerita sebelumnya jadi banyak alur cerita yang sama pada cerita sebelumnya.

        Menurut saya pribadi keseluruhan dari kisah Ancika dan Dilan memang bagus, terlebih lagi sosok Dilan yang saat ini sudah menjadi lebih dewasa namun tidak menghilangkan humor humor recehnya. Terlebih lagi novel ini menjadi pelanjut 3 kisah sebelumnya. Oleh karena itu, hasil dari perjalanan asmara Dilan akhirnya kita ketahui. Maka dari itu saya rekomendasikan untuk kalian untuk menikmati cerita Ancika dalam novel tersebut yang menyajikan kisah cinta yang dewasa, dimana Dilan sudah bisa menangani lunjakan emosinya, sudah tidak mudah terpancing untuk marah dan melakukan kekerasan seperti perkelahian. Dalam 3 kisah sebelumnya, Dilan dikisahkan sebagai sosok yang temperamental atau mudah terpancing amarahnya apabila terjadinya hal yang tidak ia sukai.  Berbeda dengan sosoknya pada series kali ini yang memunculkan sisi dewasa Dilan dan lebih banyak memutuskan sesuatu dengan pemikiran yang dingin. Bukan sekedar cinta monyet seperti yang terdapat dalam 3 kisah sebelumnya, namun cinta yang dewasa dan saling melengkapi satu sama lain.

Penulis : Alief Faruq Abdillah - 10080021129 - Universitas Islam Bandung    

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar