Di rumah tua peninggalan jaman jajahan Belanda, terdapat remaja lelaki yang tengah asyik bercengkrama dengan teman-teman satu angkatannya. Duduk dengan tenang sembari menghisap sepuntung asap rokok di tangannya masing-masing. Gelak tawa bersama teman-temannya terdengar sampai luar. Tawanya yang terbahak-bahak membuat orang di sekeliling rumahnya ikut tertawa kecil. Sosok remaja lelaki itu berinisial CK.
Ketika ia mulai memasuki bangku SMP (Sekolah Menengah Pertama), CK memiliki teman normal pada umumnya. Belajar dan bermain bersama temannya seperti normalnya anak SMP pada umumnya. Namun semua itu berubah ketika dia mulai beranjak ke kelas 2 SMP. Kelas berganti orang secara acak namun sayangnya dia malah sekelas dengan teman-teman yang nakal. Dia tidak menolak untuk berteman dengan siapa pun, itulah yang menjadikannya jatuh kedalam jurang kenakalan remaja. “kita mah baturan karo siapa bae ge beli masalah, sing penting isune happy” ujar CK saat dihubungi via telepon yang artinya “saya sih temenan sama siapa saja juga tidak masalah, yang penting sayanya bahagia”.
Meskipun memang awalnya dia terlihat bahagia, tetapi seiring berjalannya waktu. Teman-teman yang dulu sering bermain dengan dia, menganggap dia itu menjadi bocah nakal. Dia mulai menghisap rokok di toilet sekolah, di kendaraan umum seperti angkot dengan menggunakan seragam SMP. Dia tampak tak peduli pendapat orang tentangnya, sampai akhirnya dia terjerumus satu jurang lagi yaitu alkohol. Teman-teman CK yang sekelas dengannya adalah seorang yang tidak lulus 2 tahun di sekolah tersebut, meskipun begitu bukan berarti temannya pantas-pantas saja meminum minuman keras seperti alkohol. Dia meminum alkohol di depan CK dimana rasa ingin tahu CK semakin besar untuk ingin mencicipi rasa minuman tersebut.
Sejak saat itu, ia mulai mencicipi berbagai rasa dari alkohol dengan teman-temannya. Bahkan jika ia kekurangan uang untuk membelinya, ia sampai memelak temannya yang terlihat lemah baginya. Tidak hanya teman satu sekolahnya, orang di luar sekolahnya pun dia dengan berani memalak layaknya preman pasar. Pernah sesekali dia dan teman-temannya ketahuan oleh guru ketika sedang merokok dalam toilet. Orang tua dipanggil, dihukum di tengah lapangan dimana terik matahari sedang panas-panasnya. Tetapi, itu tidak membuatnya jera. Malah ia semakin menjadi-jadi dengan temannya. Membolos sekolah, kabur saat jam pelajaran dimulai. Semua dia lakukan demi bersenang-senang dan kepuasan pribadinya.
“ya gapapa mumpung masih muda saya sih mau seneng-seneng dulu… nanti juga bakal berubah. Lagian kalo masa-masa remaja ga nakal tuh ga seru, ga ada yang diceritain untuk anak cucu nanti. Yang lain juga bakal beranggapan gitu sok”. Ujar si CK.
Bahkan CK pernah bolos sekolah sampai masuk koran. Pada saat itu CK dan teman-temannya bolos di tempat sedang ada liputan, Saat bolos tidak hanya anak laki-laki saja, di situ pun ada beberapa anak perempuan nya juga yang ikut bolos dan nongkrong-nongkrong di salah satu CUDP (Cirebon Urban Development Project, tempat untuk mengatasi genangan-genangan air akibat kiriman hujan di daerah Cirebon), "ira inget ga kita pernah cerita , kita pernah masuk koran, gara-gara bolos di CUDP, padahal di situ temen kita mau ngeceburin temen yang ulang tahun, tapi di sangka wartawan mau berbuat asusila" yang artinya "kamu inget tidak saya pernah cerita waktu saya masuk koran, karena temen saya mau ceburin temen yang lagi ulang tahun, tapi disangka wartawan mau berbuat asusila" ujar CK via telepon.
Menginjak ke kelas 3 SMP, CK menjadi lebih tenang dan kalem, karena dia merasa layaknya seorang yang ahli dalam bidangnya yang telah ditekuni berpuluh-puluh taun lamanya. “karena kejadian kemarin terlalu ekstrim jadi ada takutnya juga”. Tetapi karena kelas pun berganti, ia tidak mendapatkan teman-teman yang buruk seperti sebelumnya. Kisaran semester 2 kelas 3 SMP ia mulai sedikit berubah dengan tidak meminum alkohol lagi. Dia bergaul dengan teman-teman yang baik, yang selalu mengingatkan bahwa melakukan perbuatan seperti itu salah. “seneng-seneng masih muda sih boleh, tapi ga gitu juga caranya. Ya kali masi muda harus udah mulai mabok-mabokan” ujar CK yang dikatakan temannya.
Setelah mendapatkan nilai ujian yang buruk CK pun mulai memikirkan masa depannya dan mendapatkan hikmah “astaghfirullah aja kita sih ari nginget-nginget zaman SMP tuh. Badeg pisan soale kita waktu itu, rugi sekien isun jadie mengkenen. Sekolah ya bli bisa sesuai keinginan. Jadi ya wis lah aja sampe ngulang maning” ujar CK yang artinya “astaghfirullah saja saya sih kalau mengingat-ingat zaman SMP tuh. Nakal banget soalnya saya waktu itu, rugi sekarang saya jadinya kaya gini. Sekolah ya ga bisa sesuai keinginan. Jadi ya sudahlah jangan sampai mengulangi kembali”.
Sesudahnya CK duduk di bangku SMK dia mulai memfilter pergaulannya dan berharap bisa memulai dari awal lagi. “pengen taubat saja saya sih, mikirin kerja setelah lulus SMK. Khawatir kalau masih seperti itu bakalan susah dapet kerjaan” ujar CK berbicara via telepon.
Penulis : Raihan Firjatullah Irvanianto - 10080021140 - Universitas Islam Bandung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar